Kamis, 02 Juni 2016

Ada saat belajar dalam suatu perjalanan

Kali ini mengenai Kuliner.

Pukul 13.00 WIB kereta Malioboro Ekspres yang saya tumpangi akhirnya berhenti sesaat di stasiun Tulung Agung sebelum kemudian melanjutkan tujuan akhirnya kota Malang. Tulung Agung adalah stasiun pemberhentian saya. Saya turun dari kereta menuju pintu keluar stasiun yang tergolong kecil tetapi bersih ini.
Rasa penat lama di kereta membawa saya untuk menyambangi sebuah warung kopi di parkiran stasiun. Namanya saja warung kopi "Stasiun". Menu minumannya disesuaikan dengan nama -nama stasiun di pulau Jawa. Saya memesan " kopi hitam Solo Balapan". Lumayan enak untuk membangunkan semangat saya. Warung kopi ini sangat unik penataan nya. Dari disain interiornya saya sudah curiga kalau warung ini milik warga asing yang mempunyai romantisme di Indonesia. Ternyata benar setelah saya buktikan dengan melihat sebuah poster peresmian kofisyop ini yang ditandatangani oleh 6 orang yang empat diantaranya nama-nama asing, nama Belanda.






Kuliner Malam.
Setelah santai sejenak di rumah seorang kawan, kami melanjutkan perjalanan kuliner makan malam. Saya dibawa ke sebuah rumah makan yang konsepnya sangat sederhana seperti warung-arung lainnya. di lokasi Pasar Sore Lama yang letaknya di utara stasiun kami menikmati Soto Garang Asem mBah Kandar. Soto ini sudah sangat terkenal rupanya. Kami datang sedikit terlambat karena ada beberapa lauk favorit yang sudah habis dibeli pelanggan. Soto Garang Asem ini sangat unik. selain kuahnya yang kuning santan dengan bumbu garang asem, dengan sayur (hanya) tauge dan dihidangkan dengan taburan kacang. Disini kita juga bisa memilih bermacam lauk pauk seperti sate ati, empal, jerohan dan limpa goreng.
harga satu mangkok soto garangasem ini dipatok Rp. 9K saja.



Kuliner Pagi (sarapan)
Pagi harinya sebelum kami jalan-jalan ke luar Tulung Agung, kami menyempatkan sarapan di suatu warung Nasi Pecel  rumahan di Jl. Pahlawan daerah Kedung Waru. Selain nasi Pecel di sini juga menyediakan lauk pauk yang sangat lengkap sampai kue kue atau jajanan yang bisa dibawa pulang. Nasi Pecel dengan pilihan lauk rempeyek kacang, ikan teri atau kedelai, anda juga bebas memilih tambahan lauk sesuka anda, dari daging empal, usus, babat, ati ampela dsb. Warung Ini Ancer-ancernya kalau anda sudah mencapai daerah Kedung Waru, anda akan melihat patung polisi, nah dari patung polisi itu ambil arah ke utara sekitar 100 meter.  Seoertinya anda harus datang pagi-pagi jika ingin sarapan di sini, warung ini buka pukul 06.00 wib dan biasanya pukul 08.00 sudah habis. satu pring atau pincuk pecel ini dipatok harga Rp. 6K saja.



 Kuliner Siang
Lontong Bakso Urat di depan RS Dr. Iskak menjadi jawaban rasa lapar kami siang itu.harga satu mangkok Lontong Bakso Urat  ini dipatok Rp. 10K saja.



Lesson Learned :
datanglah ke sebuah tempat, cobalah kuliner setempat, rasakan perbedaannya.
Soto misalnya, anda bisa menemukannya di seluruh  daerah di Nusantara dan mempunyai cita rasa masing masing.
rasa tidak enak atau tidak cocok dengan lidah anda, belum tentu tidak enak menurut lidah lokal. jadi dalam rasa pun kita akan bisa memahami keberagamannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar